Makanan Pemicu Kanker

Beberapa jenis bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat di Tanah Air ternyata berisiko tinggi memicu tumor ganas atau kanker. Untuk mencegah serangan penyakit yang mematikan itu, masyarakat hendaknya mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang serta menu bervariasi.

Menurut Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Cabang DKI Jakarta (POI Jaya) Dody Ranuhardy, Sabtu (8/11), di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, ada banyak faktor yang saling memengaruhi dan memicu terjadinya kanker. ”Selain genetik atau keturunan, faktor lingkungan jadi pencetus timbulnya kanker, di antaranya, polusi dan bahan makanan,” ujarnya.

Sejauh ini ada banyak bahan makanan yang diduga memengaruhi DNA dalam sel sehingga menyebabkan tumor ganas. Sementara itu, beberapa bahan lainnya dalam tahap uji pada hewan coba maupun masih menjadi perdebatan secara ilmiah. Bahkan, sebagian bahan sudah terbukti sebagai pemicu kanker, di antaranya, nikotin dalam rokok sebagai racun penyebab kanker paru.

Bahan lain yang berpotensi memicu kanker adalah pestisida. Saat ini anak-anak berpotensi terpapar pestisida karsinogenik dari penggunaan di rumah, sekolah, dan gedung lain melalui air minum dan bahan makanan, seperti sayur-mayur yang terkontaminasi pestisida. ”Kecenderungan ada keterkaitan antara pestisida dengan beberapa jenis kanker, seperti leukemia, neuroblastoma atau kanker bola mata dan tumor otak telah dipaparkan dalam sejumlah studi kasus,” kata Ketua Bidang Penyuluhan POI Jaya Asrul Harsal.

Dari semua jenis bahan pangan hasil pertanian, kacang tanah merupakan bahan pangan yang paling mudah dicemari kapang penghasil aflatoxin, meski kapang juga dapat tumbuh pada jagung, kedelai, kopi, dan tembakau.

”Mengingat tingginya angka kematian akibat kanker dan mahalnya biaya terapi, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak usia anak-anak dengan menghindari atau membatasi konsumsi bahan makanan yang meningkatkan risiko kanker,” ujar Asrul.

Ahli onkologi dari RS Kanker Dharmais dr Ronald Hukom menambahkan, pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari bahan makanan berbahaya, termasuk yang bisa mencetuskan penyakit kanker. ”Setiap daerah seharusnya memiliki pengawas makanan yang bertugas menginspeksi atau mengawasi keamanan pangan yang dijual di warung, rumah makan, pasar, maupun supermarket secara rutin,” ujarnya.

This entry was posted in Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s